2018 tapi masih diskriminasi warna kulit

0
6

2018 tapi masih diskriminasi warna kulit

“Our Malay people have to stop thinking that ‘putih’ is cantik,” demikian tweet dari Haneesya Hanee yang mempertikaikan pemikiran segelintir individu yang terlalu obses dan mahukan kulit putih.

Katanya sepatutnya warna kulit tidak menjadi salah satu faktor penerimaan positif atau sebaliknya.

“I am Malay and I think I look great in dark skin. Being dark is not a problem at all. Only Malay people are obsessed to be white and letting others feel down for have dark skin. It’s 2018 but our Melayu people still the same.

“(Saya Melayu dan saya rasa saya nampak baik dengan warna kulit gelap. Warna kulit gelap langsung tidak mendatangkan masalah. Hanya orang Melayu yang obses untuk jadi lebih putih dan biarkan orang yang berkulit gelap rasa tidak yakin. ini 2018 tapi pemikiran Melayu tetap sama,” tulisnya.

Tweet Haneesya itu mendapat perhatian lebih 12, 000 netizen yang turut bertindak Retweet dan rata-rata bersetuju dengannya.

Haneesya selain itu turut menyuarakan kekesalannya dengan sikap sesetengah netizen yang memberi layanan diskriminasi selain pernah melemparkan komen-komen negatif di akaun media sosialnya secara terbuka. Namun kata-kata netizen yang tidak bertanggungjawab itu tidak pernah diendahkannya.

“I still be getting comments in Instagram like (Saya masih lagi dapat komen di Instagram yang mengatakan, “Asal hitam sangat?”, “Hitamnya kau”, “Dahlah hitam, pastu acah lawa”. Gosh, when is this going to stop man (Bila perkara ini akan berhenti)?,” katanya.

Beberapa netizen juga tampil berkongsi pengalaman yang sama di mana mereka dihina kerana berkulit gelap.

“Kulit saya lebih gelap dari awak tau dan saya dihina ketika di zaman sekolah. Dan penghinaan mereka itu sangat kejam sehingga pernah terdetik di hati saya untuk minum cecair peluntur.

“Tapi awak nampak menakjubkan walaupun tak pakai makeup,” kata Teah.

MENINGGALKAN SUATU KOMEN

Sila masukkan komen anda!
Sila masukkan nama anda disini